RSS

Matahari Sore Itu

Sore itu, aku sedang duduk tempat biasa aku menghabiskan sore bersamanya, menikmati matahari yg terbenam di antara gedung-gedung tinggi, hampir setiap hari aku menikmati sunset di tempat ini bersamanya, namun kali ini aku duduk sendiri dengan satu batang rokok di tanganku, suasana yang sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Aku merenung tiba-tiba aku tersenyum mengingat apa yang aku lakukan di tempat yang sama ini beberapa minggu yang lalu, ya, disini beberapa minggu yang lalu, di tempat yang sama ini
aku menyatakan perasaanku, aku sangat mencintainya, dia mengangguk sebagai jawaban, aku mencium keningnya saat itu, sangat bahagia. Tiba-tiba seseorang keluar dari lift menyadarkanku dari lamunan, aku melihat dia berjalan ke arahku dengan menangis, aku tau dia menangis meskipun matanya tak menatap ke arahku, kemudian dia duduk di sebelahku. “maaf..” hanya satu kata itu yang bisa keluar dari mulutku, lalu dia tersenyum di antara tangisnya dengan menatap matahari sore itu, “buat apa minta maaf?.. sudah terlambat, harusnya aku gak pernah kenal kamu” aku hanya bisa diam mendengar setiap kata yang terucap dari mulutnya. “kamu inget apa yang kamu bilang di tempat ini beberapa hari yang lalu?” katanya. aku sempat lupa tapi aku memaksa otakku untuk mengingat apa yang aku katakan saat itu, dan ya aku ingat “kita akan selalu bahagia seperti ini” itu kalimat yang aku ucapkan disini beberapa hari yang lalu, saat itu aku sedang menikmati sunset disini bersamanya. Air matanya yang sempat berhenti kini mengalir lagi di pipinya. Dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah gambar realis wajahnya, gambar dari ku yang waktu itu aku beri sebagai hadiah anniversary untuknya, “ambil lagi gambar ini, aku gak mau terus-terusan sakit kayak gini setiap aku lihat gambar ini” katanya sambil menaruh kambarnya di sebelahku, matanya tetap tidak menatapku, dia terus menatap kearah matahari, seolah dia tidak mampu menatap mataku. Dan lagi aku hanya bisa diam, aku tau aku salah saat itu, aku tak punya banyak hal yang bisa aku lakukan yang bisa aku gunakan untuk membela diriku sendiri, tapi jujur aku sangat mencintainya, namun aku tidak bisa bersamanya.
                andai dia tau, bertahan di hubungan yang kita tau akhirnya tidak akan bahagia adalah hal yang sangat tidak mudah, aku memilih mengakhirinya sekarang sebelum semua terlalu jauh, sebelum kita semakin sakit nantinya, aku ingin mengatakan itu semua, namun mulutku tak mampu, air mata yang mengalir di pipinya membuat bisu mulutku saat ini. Kali ini dia menatap ke arahku dia berkata “kalau memang kamu gak suka jangan membuat aku merasa bahwa kamu suka!” aku dapat melihat dengan jelas, matanya berkaca-kaca saat itu. “Kamu gak tau gimana aku suka sama kamu, aku suka semua tentang mu, mulai dari caramu menata rambut, cara minum beer, caramu marah, caramu ngambek, aku suka semuanya, tidak ada yang aku tidak suka darimu, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, asal kamu tau itu!” aku memberanikan diri untuk menjawab, dia kembali tersenyum di antara tangisnya kali ini dia menatapku lagi, dia mengecup bibirku, kemudian menamparku, “bullshit! Cinta gak pernah sebercanda ini!, ciuman itu dari aku, perempuan bodoh yang berani mencintaimu sejauh ini, dan tamparan itu untuk semua bualanmu yang telak aku percaya dengan berani!”. Kemudian dia pergi. Mungkin dia menganggap aku tidak serius di hubungan ini, tapi jujur, awalnya aku serius, aku serius menjalani semuanya, namun ada satu perbedaan dari ku dan dia yang membuat aku berubah pikiran, aku sadar aku salah dalam hal ini, harusnya aku memikirkan semua ini dari awal. Aku memilih mengakhiri semuanya tanpa memberinya alasan yang pasti, aku hanya mengatakan bahwa aku tidak pernah pantas mendampinginya, alasan yang terlalu bodoh untuk seseorang yang harusnya sudah mulai berfikiran dewasa, ya! Itu bodoh!. Namun harusnya dia juga sadar, cinta beda agama tak pernah mudah, aku memilih mengakhirinya karena aku juga tak mau kalau nantinya aku dan dia sama-sama mengorbankan banyak hal yang aku tau akhirnya akan sia-sia, aku tidak pernah sanggup mengungkap ini semua, biar waktu yang menjawab, aku tau ada yang lebih dari aku diluar sana yang lebih pantas untuknya.



...
 Kamu harus menyadari
         bahwa ada orang tertentu yang tidak bisa masuk di kehidupan kita
          tak peduli seberapa besar kamu menginginkannya.
...




*jv

0 komentar:

Poskan Komentar